Calendar

September 2015
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Jun 2017> >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Posts sent on: 2015-09-09

09 Sep 2015 
Judul berita (head) ialah unsur terpenting di sebuah naskah Berita. Judul beritalah yang pertama kali dilihat pembaca, menarik perhatian, & lewat judul Berita pula pembaca mengekang untuk membaca ataupun tidak membaca satu buah berita.


DALAM di setiap pelatihan jurnalistik sesi teknik menulis Berita, biasanya saya meranyak dengan meminta para peserta untuk menurun berita "sebisanya", minimal judul berita (head) doang, plus pokok berita (lead). Setiap peserta diminta mengisyaratkan judul berita yang mereka tulis, lalu dikoreksi.


Mayoritas peserta biasanya hanya merekatkan subjek atau kenyataan kalimat dalam judul beritanya, lalu hamba koreksi dengan menambah satu-dua kata sederajat "kata pelengkap" (predikat), sesuai dengan sistem bahasa Indonesia, dengan rumus kalimat lengkap SPOK (Subjek, Julukan, Objek, Keterangan).


Guna menunjukkan judul Berita Harian yang "lengkap", oleh sebab itu saya biasanya mengawali laman situs Yahoo! Indonesia, menu "BERITA UTAMA" yang besar perut daftar judul Berita terkini di media-media online nasional.


Hamba pun mengajak kandidat "menganalisis" judul-judul Berita tersebut, membandingkannya dengan judul berita dengan dibuat peserta, kemudian memberikan saran & kesimpulan tentang judul berita yang cantik menurut kaidah jurnalistik.


Cara membuat judul berita "termudah" ialah "copy paste" perkataan pertama dalam teras berita (alinea/paragraf perdana berita). Misalnya, pada teras berita tertulis:


Presiden Susilo Lepas Yudhoyono marah buat pernyataan mantan Ketua Partai Keadilan Selesa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Presiden menilai Luthfi berbohong. Kemarahan Ketua itu menyikapi saksi Luthfi yang mengenal bahwa Bunda Ananda adalah orang dengan sangat dekat beserta dirinya. (Kompas. com, 10 Oktober 2013).


Judulnya berita ini adalah Presiden Susah hati Dikaitkan dengan Ibu Putri. Mungkin, judul berita tersebut hendak lebih menarik & "bikin penasaran" bila diubah menjadi Kepala Marah. Untuk Berita di koran, judul yang ringkas hendak memudahkan layouter membesarkan ukuran hurufnya sehingga lebih menarik perhatian pembaca.


Berikut ini panduan atau cara menghasilkan judul berita serupa bagian terpenting atas teknik menulis Berita:


1. Judul Berita sebaiknya berupa kalimat lengkap --subjek serta predikat-- sehingga tutup mengandung informasi terpenting. Misalnya, "Presiden Marah", "Jokowi Bujuk Warga", "UIN Gelar Wisuda", "Polisi Ancam Tembak Mati Geng Motor Bandung".


2. judul berita harus mengindikasikan isi berita. judul merupakan "ringkasan berita". Untuk lebih memahami dan terbiasa beserta judul-judul berita dengan baik, silakan "panteng" judul-judul berita bercorak "running text" di televisi.


3. Hindari penggunaan kalimat bertanya dalam judul Berita. Jika judul Berita berupa kalimat tanya, maka ia bukan informasi, melainkan teka-teki kepada pembaca. Pembaca pun akan pulih bertanya: yaaa.. saudara kan wartawannya, secara bikin berita, kok malah nanya? Misal, ada judul Berita: "Presiden Marah? " Maka apa menjawab pembaca: "Ya... tiada tau, ente dengan tahu, 'kan ente yang ngeliput Berita, kok malah bertanya...? "


4. Singkat. Sebaiknya judul Berita berisi 3-5 tanda saja.


5. Terkait cara termudah menghasilkan judul berita: singsing dari alinea baru berita (lead), secara catatan, lead sudah ditulis dengan indah, yaitu mengedepankan salah satu unsur berita (5W+1H). Lazimnya, teras Berita dimulai dengan unsur WHO (Siapa/Pelaku) / WHAT (peristiwa/nama acara/kejadian).


Admin · 5093 views · Leave a comment